dulu mungkin hampir setiap orang pernah ditanya kyk gini :
- dewasa nanti mw jd apa,km hrs jd orang yang berhasil yaa, km ga perlu ngasih apa2 ke kami berdua ketika sudah sukses nanti, yang penting kamu dah menjadi orang besar, ayah dan ibu pun udah seneng...
- setelah lulus sekolah.. kita ditanya atau diminta untuk dapet universitas negri,*kebanyakan sih ortu mwnya kita jd dokter.. lalu,bagaimana kita untuk menjawab impian ortu kita tersebut. untuk bisa lulus dari ujian PTN tersebut adalah suatu tantangan (karena butuh persaingan yang ketat dari ribuan orang) dan juga masih merupakan suatu misteri (karena kita blum tau hasil nantinya kdepan stelah kita tes akankah kita lulus atau gagal)
- waktu menjelang lulus kuliah. nanti mw kerja dimana, coba kamu apply lamaran ke kantor tmn ayah atau coba km cari2 link di internet & koran2 untuk melamar biar bs dtrima jd pegawainy itung2 byar km ga jd pengangguran trus. So, km bs hidup mapan..
tiga kasus diatas yaa cuma sgelintir contoh "hari esok" atau planning -> jangka panjang
trus,apa planning cuma ngomongin jangka panjang aja... Big no!!
yang terutama adalah planning untuk hari esok yang waktunya dekat karena
"planning jangka panjang = Sigma realisasi planning hari ke-1 + realisasi planning hari ke-2 + . . . + realisasi planning hari ke-n"
jadi bukan sekedar rencana, tapi "realisasi dari rencana itu" yang bisa mewujudkan cita2 jangka panjang kita..
what's the meaning about the title above "tomorrow is just like a drawing paper" ?
"hari esok merupakan perumpamaan sebuah kertas gambar kosong yang siap kita torehkan tinta dengan abstraks2 apapun yang bisa membuatnya terlihat mempunyai nilai artistik yang tinggi"
mengapa seperti sebuah kertas gambar?
karena untuk menggambar sebuah bentuk, pasti kita mempunyai tema atau sebuah niat pd awalnya untuk menggambar Ex: buah, taman, pemandangan, gedung2, dll..
tidak mungkin gambar yang indah itu tercipta tanpa adanya niat awal, good feel, & ktulusan dlm menggambar tsebut
sekalipun gambar abstrak, tentunya abstraksi yang terbentuk memang sudah realisasi dr sebuah rancangan awal..
dengan prinsip2 diataslah, yang membuat sy meng-conclude bahwa perkataan "lihat nanti saja" bukan merupakan sebuah jawaban karena "nanti" itu seharusnya sudah kita ketahui akan kita gambar dengan bentuk apa sesuai dengan "master plan" yang telah kita rancang..
Seandainya rencana awal kita tidak bisa dijalankan sesuai dgn path-nya,apakah kita gagal?
surely not, if we have another substitute plans to replace it...
so,we must have such as plan b or plan c...
akan seperti apa hari esok terbentuk, tergantung dari apa yang kita jalankan hari ini & yang kita rencanakan untuk dijalankan hari esok..
misteri itulah yang akan kita isi dengan kreatifitas dr masing2 individu..
or in other words :
seperti apa wujud hari esok, tergantung pandai2 kita merangkai tinta yang akan kita tuangkan pada selembar kertas gambar kosong.
"so, coretkanlah pena-mu pada kertas kosong itu untuk menjadikannya sebuah gambar yang indah & disukai hingga melekat dihati bnyk orang"
*inspired by someone that often not sure about tomorrow's problem...
"until now,i'm still learning by doing to improve all of this"
den_fussballlieber
den_fussballlieber

aku jadi inget, pesen dari guru SMA ku, "suatu target yang dicapai, harus memiliki beberapa plan yang sudah terencana", dari situ kita belajar untuk menjadi orang-orang yang tidak mudah panik
ReplyDeleteyups,,setubuh ra....
ReplyDeletebrarti tuh guru emg oke dah...
don't be panic at the problem,,it's better just to hear panic at the disco... hhe